Kamis, 26 Juli 2012

LAPORAN PENDAHULUAN PASIEN DENGAN GASTRITIS


A. Definisi
Gastritis merupakn peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronis, difusi atau local.
Gastritis adalah inflamasi mukosa lambung, seiring terjadi akibat diid sembrono, makan terlalu banyak atau terlalu cepat atau makan makanan yang terlalu berbumbu atau yang mengandung mikroorgnisme penyebab penyakit, disamping itu penyebab lain meliputi alcohol, aspirasi, refluks empedu, terapi radiasi.

B. Macam Gastritis
Gastritis dibedakan menjadi dua :

1. Gastritis akut
Merupakan respon mukosa lambung terhadap barbagai iritan local dismping itu gastritis ini merupakan jenis kelainan klinis akut yang jalas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas dan biasanya jinak dan dapat sembuh

2. Gastriris kronis 
Merupakan jenis inflamasi lambung yang lama, dapat disebabkan olah ulkus benigna atau maligna dari lambung helycobacter tipe gastritis ini ditandai oleh atropi proregsi epiltel kelenjar disertai kehilangan sel parietal dan chief cell (patofisiologi : 376 )

C. Etiologi
1. Gastritis akut
a. Endotoksin bakteri, masuk setelah makan terkontaminasi
b. Kafein
c. Alkohol
d. Aspirasi
e. Obat-obatan
f. Makan yang berbunbu cuka,lada dll
2. Gastriris kronis
Disebabkan olah ulkus benigna atau maligna dari lambung H. piloty
D. Manefestasi Klinis 
  1. Gastritis akut
  2. Urelasi supefisial yang dapat menimbulakn hemorogi, ketidak nyamanan abdomen ( dengan sakit kepala, malas, mual, dan anorexia ) dan dapat terjadi mutah serta cegukan beberapa pasien adalah asimtomatik kolik dan diare dapat terjadi bila makanan pengiritasi tidak dimuntahkan, tetapi mencapai usus besar, pasien biasanya sembuh dalam sehari meskipun nafsu makan mungkin menurun selama 2-3 hari
  3. Gastriris kronis
  4. Pada tipe A biasanya asimtomatik kecuali utnuk gejala definisi B12. pada gastritis B pasien mengeluh anoreksia, sakit uluhati setelah makan bersendawa, resa pahit dalam mulut atau mual dan mutah.

E. Komplikasi
  1. Gastritis akut
  2. Pendarahan saluran cerna bagian atas berupa hetomesis dan melena dapat barakhir sebagai syok hemoragie
  3. Gastriris kronis
  4. Pendarahan saluran cerna bagian atas, ulkus, perferasi dan anemia kerena gangguan absorsi vit B12 ( suddarth and burner :1062 )

F. Pemeriksaan Penunjang
  1. Endoskopi, khususnya gastroduodenoskopi. Hasil pemeriksaan akan ditemukan gambaran mukosa sembab, merah, mudah berdarah atau terdapat perdarahan spontan, erosi mukosa yang bervariasi.
  2. Histopatologi.
  3. Radiologi dengan kontras ganda, meskipun kadang dilakukan tapi tidak begitu memberikan hasil yang memuaskan.

G. Penatalaksanaan
  1. Menghindari alcohol, kafein,nikotin, dan makan sampai berkurang dilanjutkan diet yang tidak mengiritasi, bila gejala menetap diperlukan cairan intravena. Bila terdapat gejala pendarahan menetap penatalaksanaan serupa dengan hemoragi saluran gastrointestinal
  2. Bila gastritis bekaan dengan mencerna asam atau alkali kuat encerkan atau netralkan asam dengan pemberian antasida. Bila kalori berat hindari emetik dan lavase karena berbahaya adanya perforasi
  3. Gastritis kronis dilakukan modifikasi diet, istirahat, reduksi stres, bakteri H. Pilory dapat diatasi dengan antibiotik. Misal tetrasiklin atau amoxilin atau makan makanan lunak tidak terlalu pedas atau dingin, makan teratur sedikit tapi sering. ( suddarth and burner :1062 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar